Jumat, 04 Agustus 2017

Pengaruh Kemasan terhadap keputusan pembelian


    Sudah lama ngga nulis dengan serius, sekali kali boleh dong coba-coba membuat artikel rada serius hee…, btw yang baca jangan ikutan serius yaa… biar artikelnya aja yang serius…..  OK.
    Selain selera pribadi konsumen dan kebiasaan tentunya, penampilan dan estetika kemasan juga memainkan peran penting dalam sebuah keputusan untuk membeli suatu produk. Selain itu waktu yang dihabiskan melihat produk, juga berpengaruh dalam keputusan pembelian. Singkat cerita semakin lama Anda memperhatikan kemasan, memegang sebuah
produk, membaca informasi yang terkandung didalamnya, hampir dapat dipastikan keputusan pembelian akan jatuh pada produk yang dipegang tersebut.  Selanjutnya cost and benefit akan menjadi pertimbangan konsumen.
                                                          
    Menurut sebuah studi terbaru yang dipublikasikan oleh para peneliti dari University of Miami dan California Institute of Technology dalam jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences, kemasan produk makanan akan memiliki pengaruh yang signifiksn dan penting bagi konsumen pada keputusan pembelian di sebuah toko.
    Para peneliti menunjukkan bahwa aspek estetika kemasan produk ‘(warna, kecerahan, tipografi, dll) akan mempengaruhi mata calon pembeli. ketika kemasan produk dipajang di rak-rak yang setinggi arah mata memandang, maka kearah itulah mata calon pembeli akan lebih tertuju.  semakin menarik kemasan dan desain grafisnya, maka akan semakin lama pula mata memandang produk tersebut, mengambil kemasan produk tersebut untuk dibaca informasi-informasi yang terkandung didalamnya dan pada akhirnya menjadi suatu keputusan untuk membeli produk tersebut.
    Dengan kata lain, produk visual yang menarik di rak, akan menarik mata konsumen dan meningkatkan perhatian yang pada akhirnya disertai dengan keputusan untuk membeli. sehingga dalam hal ini kemasan yang menarik memiliki pengaruh yang signifikan dalam keputusan pembelian, selain preferensi konsumen.
    Menurut Milica Mormann, salah satu penulis penelitian, “ide besar di sini adalah bahwa proses persepsi terjadi dalam otak secara paralel dengan perhitungan nilai ekonomi dan dengan demikian mempengaruhi bagaimana keputusan ekonomi yang dibuat.”
 
 
Mengukur dan menganalisis gerakan mata    Untuk melakukan penelitian ini, beberapa peserta telah telah menunjukkan dan diminta untuk memilih antara empat makanan ringan manis dan produk permen (Twix, M & Ms, dll). Peneliti menganalisis gerakan mata mereka dan mengukur waktu yang dihabiskan melihat setiap produk dengan perangkat mata-pelacakan.Para ilmuwan juga menganalisis beberapa produk kemasan makanan, untuk menentukan aspek dan item yang paling efektif untuk menarik perhatian. dan sebagai hasilnya adalah daya tarik visual dan preferensi pribadi adalah faktor yang paling penting.
 
    Studi ini menunjukkan bahwa kemasan mempengaruhi konsumen dalam rasio 1: 3 atau 2: 3 dibandingkan dengan preferensi pribadi mereka. Jadi, jika selera konsumen memiliki pengaruh yang lebih besar, daya tarik visual produk masih memainkan peranan penting dalam keputusan untuk membeli.
    Peneliti dapat menentukan dan memprediksi, dari preferensi konsumen dan analisis kemasan, pola gerakan mata dan pilihan produk ‘.
Menurut Milica Mormann, “temuan ini dapat diterapkan untuk memandu desain lingkungan pilihan, untuk ‘menyenggol’ orang ke arah membuat pilihan yang optimal, misalnya : memilih pilihan makanan yang sehat untuk makan.”
 
 
Membuat kemasan perhatian menggambar untuk meningkatkan penjualan
    Menurut penelitian ini, penampilan umum, daya tarik visual dan kapasitas kemasan produk untuk menarik perhatian pembeli memiliki pengaruh yang signifikan dalam keputusan pembelian, selain preferensi konsumen.
Ini adalah kesempatan bagi produsen dan merek untuk meningkatkan penjualan mereka dengan merancang kemasan lebih menarik secara visual yang akan menarik mata pembeli ‘di toko dan membawa perhatian terhadap produk mereka. Dan dengan demikian mempengaruhi keputusan pembelian.
Apakah anda punya pengalaman unik sekitar kemasan dan keputusan pembelian ?
silahkan sharing dengan memberi komentar di bawah, pengalaman anda sangat berharga dan layak untuk di share…

Sumber : www.kemasan.net

Prinsip Prinsip Desain Kemasan

 
Dalam desain kemasan, prinsip prinsip desain disesuaikan untuk memenuhi tujuan setiap tugas-tugas desain.  panduan ini membantu mendefinisikan bagaimana warna, tipografi, struktur dan citra diaplikasikan dalam suatu tataletak desain untuk menciptakan kesan keseimbangan, intensitas, proporsi dan penampilan yang tepat.  inilah yang membuat elemn-elemen desain membentuk atribut komunikatif suatu desain kemasan.
Ada banyak variable yang mempengaruhi bagaimana dan mengapa desain kemasan menarik konsumen.  periset konsumen menghabiskan banyak waktu untuk menganalisis variable-variable ini.  dari suatu perspektif desain murni, terdapat elemen-elemen penting yang menangkap perhatian konsumen dengan sangat baik dan menerobos kerumunan visual dalam kompetisi retail.  elemen-elemen tersebut adalah :
  • warna
  • Stuktur Fisik atau Bentuk
  • Simbol dan Angka’
  • Tipografi
Sedang untuk membuat desain kemasan yang bisa melayani target pasar yang dituju haruslah memiliki ciri-ciri sbb:
  • Desain kemasan harus sesuai dengan tatanan budaya setempat
  • tatanan bahasa haruslah tepat dan akurat
  • Logis secara Visual
  • Dirancang secara kompetitif
Semoga Bermanfaat ?

Sumber : www.kemasan.net

Ibu Kantong Kertas


    Saya yakin bahwa kita semua pasti tau kantung kertas, kantung kertas adalah kantung yang terbuat dari kertas haaa…… namun tujuan kami menulis artikel ini bukan menceritakan apa itu kantung kertas, namun sejarah ditemukannya kantung kertas skala industri.
    Mungkin tidak semua kita tahu, kapan kantung kertas pertama kali diproduksi secara otomatis (pake mesin). Namun sejarah penemuan kantung kertas berbentuk persegi tidak lepas dari jasa Columbia Paper Bag Company. Ketika bekerja di perusahaan kantung kertas Columbia, seorang pegawai bernama margaret Knight menemukan suku cadang mesin baru untuk membuat kantung kertas berbentuk persegi, awalnya kantung kertas hanyalah berbentuk seperti amplop.
                                                                       
     Setelah margaret Knight menemukan suku cadang untuk memotong, melipat dan merekatkan dasar kantung kertas berbentuk persegi, maka setelah pertarungan hukum untuk melindungi penemuannya, maka pada tahun 1870 Margaret Knight mendapatkan hak paten atas penemuannya.  
karena penemuannya, margaret Knight dijuluki sebagai Ibu Kantung Kertas. Pada tahun 1870 pula Knight mendirikan Eastern Paper Bag Company dan mendapatkan hak paten untuk beberapa mesin industri lainnya.
.                                                               
Inti dari kisah tersebut diatas adalah kecermatan kita membaca peluang akan menghasilkan buah kesuksesan yang besar. Jadi jika anda saat ini masih menjadi pegawai, namun memiliki jiwa wirausaha yang tinggi, segera pelajari dan kuasai bidang yang anda miliki, milikilah pohon karir yang kuat sehingga jika suatu saat anda menginginkan wirausaha sebagai pilihan, akan menjadi wirausaha yang tangguh dibidangnya. Dan untuk UKM Indonesia, jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah berhenti berinovasi. Jika anda berhenti belajar dan berhenti berinovasi, maka tunggu saja saat kejatuhan usaha yang anda miliki.

Sumber : www.kemasan.net

Mengapa UKM Indonesia = UKM (Usaha Kecil Mungil)


      UKM indonesia adalah salah satu penopang perekonomian Nasional Indonesia.  UKM-lah merupakan salah satu pilar yang tahan banting menghadapi krisis yang pernah melanda perekonomian Indonesia, dan UKM-lah Juga yang memiliki tingkat pengembalian yang tinggi atas hutang-hutangnya, ketika perusahaan Besar maupun menengah ambruk ketika krisis melanda, sehingga hutang – hutangnya sulit untuk dapat dilunasi, namun hal tersebut tidak berlaku bagi UKM, UKM terus hidup dan tumbuh ditengah tengah krisis yang melanda.
      Namun Nasib UKM secara umum, umumnya hanya sebatas bagaimana UKM dapat bertahan ditengah-tengah persaingan yang kian ketat.  Bukan hanya persaingan dengan sesama UKM, terkadang persaingan juga dibenturkan dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki finansial yang tidak terbatas. Pada tataran persaingan antar UKM, umumnya mereka berlomba-lomba memberikan harga yang terbaik (baca : murah), terkadang dengan mengabaikan kualitas, asal murah (dengan harapan banyak pembeli) membuat persaingan kian hari kian tidak sehat, padahal dengan memberikan harga murah keuntungan akan kian menipis, dengan menipisnya keuntungan akan menjadikan semangat kerja akan menurun seiring dengan
turunnya margin keuntungan. Sehingga yang diuntungkan adalah pemodal besar/ Perusahaan Besar. Dengan besarnya Skala Produksi menjadikan biaya produksi menjadi kian rendah (economic of scale).
Jadi jika antar UKM bersaing (tidak sehat) siapakah yang paling diuntungkan ???  jawabannya adalah Perusahaan yang memiliki modal besar mengapa?
  1. Dengan adanya pasar-pasar yang dibentuk UKM (melalui sentra Industri Kecil), perusahaan besar tidak repot-repot meriset pasar serta mengedukasi produk. Pemodal besar cukup melihat perkembangan sentra industri, setelah pasar terbentuk, maka dengan mudahnya mereka akan masuk dan bersaing dengan UKM-UKM yang kian hari kian kecil dan mungil (karena sangking banyaknya UKM dan banting-bantingan harga).  Salah satu contohnya adalah Sentra Kerajinan Cibaduyut, awal-awalnya dibentuk sentra pengrajin fashion pelakunya adalah UKM, seiring dengan terkenalnya cibaduyut sebagai salah satu ICON kota bandung dengan hasil fashionnya yang murah dan berkualitas berdampak pada kemakmuran bagi UKM dan pengrajin Fashion. Seiring dengan terbentuknya pasar, kalangan bermodal mulai melirik Biz ini, didirikanlah toko-toko tempat display Barang. Awalnya mungkin mengambil barang dari pengrajin setempat, mengingat pemodal besar hanya memikirkan keuntungan belaka, tanpa memikirkan nasib pengrajin maka didatangkanlah produk-produk dari china yang terkenal murah dan fahsionable. Jelas pengrajin tidak dapat bersaing terutama dari segi harga.  sehingga kaum pemodallah yang menikmati hasilnya. Ini juga berlaku di Industri makanan dan minuman. contoh yang sedang dan akan mengalami hal serupa adalah Industri Kripik Tempe Sanan (Malang – Jawa Timur) saat ini UKM berlomba-lomba memberikan harga terbaik (baca : Murah) jika hal ini dibiarkan saja tanpa ada solusi yang tepat maka lambat laun sejarah akan terulang.
      2, 3 dst akan kami sampaikan di kemudian hari, yang jelas mengenai Harga (pada jangka panjang pemodal besar akan dapat memberikan harga yang kopetitif); Kemasan (jelas kemasan pemodal besar akan jauuuuh lebih cantik, lebih baik dan lebih murah dibanding UKM), penguasaan bahan baku, promosi, dsb…
      Terus, sebenarnya apa sih latar belakang UKM Indonesia umumnya selalu menjadi Usaha Kecil Mungil.  jawabannya adalah keserakahan dan tidak mau ber korporasi.
       Keserakahan, adalah sifat dasar dari manusia, namun di era GAUL seperti ini keserakahan adalah JADUL. Coba semak disekitar kita, berapa banyak pengusaha yang sukses, kalo toh ada berapa lama tingkat kesuksesannya. Umumnya UKM yang merasa dirinya Laris Manis akan dilanda krisis PD Alay (baca : Percaya Diri Anak Layangan) yang amat tinggi sehingga ngga kepingen ada perusahaan sejenis yang bisa hidup berdampingan dengannya. Kalo toh ada harus dibuat merugi atau mati dengan berbagai macam cara. Sifat kerdil seperti ini membuat perusahannya akan menjadi Kerdil seperti jiwa UKM tersebut. Hal - hal seperti inilah yang masih melanda UKM Indonesia
       Yang kedua adalah tidak mau berkorporasi (berjamaah), jelas dengan masih adanya sifat serakah, pengen jadi RAJA, dsb mereka ngga akan mau berkorporasi, kolaborasi apalagi berjamaah.  padahal jika kita tengok perusahaan perusahaan besar di EROPA, hampir tidak ada yang namanya tidak berkorporasi. hampir semua industri kecil berkolaborasi menjadi sesuatu kekuatan yang amat besar
Jadi apa yang harus di lakukan UKM Indonesia agar sejahtera
      Jawabannya adalah harus GAUL dan berkorporasi, kita (UKM Indonesia) harus mulai sadar bahwa hanya dengan bergandengan tanganlah kita akan menjadi besar.  pernah ada seorang kawan dimalang – jawa timur, kedatangan seorang tamu dari India, singkat cerita dia berminat akan keripik buah dan tempe dari malang, pesannya tidak tanggung-tanggung, untuk percobaan saja dia minta 1 container 40″ penuh.  karena yang menerima pesanan adalah seorang UKM, maka singkat cerita order batal karena kapasitas kemampuan produksi tidak dapat dipenuhi.  kalupun dipaksakan mengambil dari UKM yang lain, dapat dipastikan akan kena complain, sebab tidak adanya kesamaan kualitas antara UKM yang satu dengan UKM yang lain.
      Jadi yang harus dilakukan segera, mari kita UKM yang sejenis berkumpul dan duduk bersama membahas masa depan kelangsungan hidup bersama.  perlu diadakannya suatu wadah yang dapat menampung produk-produk anggotanya, perlu adanya kesamaan kualitas produk dan akhirnya dikemas dengan Brand/Merk Bersama, dan dipasarkan bersama-sama.
      Dengan bersatunya UKM – UKM Indonesia yang cerdas, saya yakin sedikit demi sedikit masalah akan terurai dan pada akhirnya akan mensejahterakan anggotanya secara berkelanjutan.  Sulit memang, namun hal itu pasti bisa kita wujudkan.  dan besar harapan saya kesatuan-kesatuan unit UKM sukses akan bermula disini,  Akhir kata, semoga kita semua menjadi pelopor dari kebangkitan Korporasi UKM Indonesia.  Semoga Sukses UKM Indonesia

Sumber : www.kemasan.net

Slongsong Baroqah VS Composite Can

 
Dear UKM Indonesia yang berbahagia
Masih ingat cerita saya mengenai perjuangan kami mendapatkan selongsong bekas pemain bulu tangkis.  ini adalah sesi lanjutannya, meski ngga ada kaitannya dengan bulu tangkis, namun kali ini kita akan meng-etengah-kan perjalanan dari slongsong bekas menjadi slongsong baroqah.

disamping kiri tulisan ini ada 3 gambar. gambar kiri atas adalah gambar 2 selongsong bekas, dimana gambar yang kanan adalah selongsong yang masih polos belum terbungkus oleh etiket, sedang disebelah kanannya adalah selongsong yang telah dibungkus oleh etiket.
Sedang gambar kanan atas adalah selongsong yang berdiri dan selongsong dalam posisi tidur sehingga kelihatan bagian dalamnya. Tampak hanya kertas 100% dikombinasikan dengan tutup plastik.
Sedang Gambar yang paling bawah adalah gambar composite can VS slongsong.  Begitu jauh perbedaannya, dimana untuk komposite can sisi dalamnya dilapisi oleh alufoil dan sebagai penutupnya adalah kaleng stainles steel yang terkesan kokoh dan higienis.
Namun proses yang kami jalani tidak secara tiba-tiba, artinya proses pengalihan dari selongsong bekas menjadi composite can tidaklah secara kilat begitu saja.  Butuh kesabaran dan pengorbanan yang cukup besar.  Masih segar dalam ingatan saya, untuk membuat kemasan yang mirip composite can tidaklah mahal, seingat saya budget masih dibawah satu setengah juta rupiah, tampilan menjadi begitu keren.  Yang lebih membahagiakan lagi adalah dengan adanya perubahan tampilan, kita sering diajak serta pameran keseluruh pelosok jawa baik undangan yang datangnya dari dinas, maupun undangan yang berasal dari BUMN dan undangan swasta lainnya
Singkat cerita, dana yang kami investasikan untuk merubah bentuk kemasan tidaklah begitu mahal, dibanding manfaat yang kita peroleh sesudahnya
pesan kami, janganlah takut melakukan perubahan.  Jika anda menginginkan perubahan desain kemasan pada produk anda, rubah saja jangan takut, namun jika ingin merubah namun belum ada ide, kami persilahkan sharing (berbagi) dengan AA Packaging, dengan senang hati kita akan full support kepada UKM Indonesia.
Jangan khawatir mengenai biaya, kami akan me”arrange” (mengatur) sedemikian rupa, sehingga UKM Indonesia tidak diberatkan oleh biaya kemasan. Dengan niat ingin berbagi dan maju bersama UKM Indonesia, AA Packaging akan berusaha melayani tiap keinginan UKM Indonesia sebatas kemampuan AA Packaging.
Semoga sedikit berbagi cerita pengalaman AA Packaging dapat menjadi inspirasi UKM Indonesia seluruhnya. Dan kami akan dengan senang hati jika ada UKM yang ingin konsultasi dan berbagi dengan AA Packaging.
Sumber : www.kemasan.net

Slongsong shuttlecock = Go Nusantara


  Masih berkaitan dengan “posting” saya terdahulu, kali ini kami menceritakan proses gimana awal bermula produk composite can “NATURE”
   Coba perhatikan produk dilatar belakang foto model bertopi ini, itu adalah produk dalam komposite can yang berasal dari selongsong shuttle cock. Ada dua produk dan dua ukuran yaitu produk keripik nangka dan produk keripik apel yang memiliki berat 50 gram dan 100 gram. Sekilas tampak seperti produk yang berasal dari luar negeri. Namun jika kita perhatikan dengan seksama, maka jelas sekali bahwa produk tersebut adalah produk lokal bahkan kelas UKM (bukan pabrikan).
   Untuk mewujudkan impian memang tidak mudah tapi “BISA” dicapai. Dengan bermodalkan mimpi dan segenggam harapan, mulailah pengembaran dimulai jiee……
   Pertama kali untuk mendapatkan slongsong tidaklah semudah yang diangan. Pertama kali adalah kami mencari informasi dimana tempat-tempat biasanya orang berlatih bulu tangkis, setelah mendapatkan informasi tersebut mulailah bergrilya.
   Adalah sangat sulit dan memakan waktu yang lama jika kita harus menunggu orang main bulu tangkis sedang kita menanti hingga cock terakhir sehingga kita berharap selongsong dibuang. Langkah cerdas kita adalah menghubungi pihak kebersihan gedung dan menyampaikan keinginan kita untuk mengkoleksi selongsong tersebut. Dapat memang, namun jumlahnya terlalu sedikit untuk kita gunakan dalam proses selling.
   Langkah cerdas berikutnya adalah mencari pabrik dimana shuttlecock tersebut dibuat. dengan semangat 45 mulai dari tanya sana tanya sini, hingga browsing di internet, tersebutlah 2 atau 3 tempat, setelah tanya sana tanya sini ternyata tinggal 2 alamat yang masih relevan dan masih produksi. Dengan harapan tinggi kesanalah kita. Otomatis ngga sembarangan orang boleh masuk kedalam pabrik, singkat cerita, dari pada cape-cape ngurus ijin masuk dan
menjawab ribuan pertanyaan, mending menunggu pegawainya saja pulan dan sedikit bungkus rokok pastilah informasi mudah digali. Betul ngga lama kemudian (meski ngga kurang dari 3 jam heee), waktu pulang tiba. sesuai dengan prediksi, dengan bermodalkan SKSD (sok kenal sok dekat) ditambah sebungkus rokok, informasi tergali. Namun sayangnya informasi yang kita dapatkan tidak sesuai dengan yang kita inginkan. ternyata, perusahaan tidak membuat selongsong sendiri, namun ada pihak lain/perusahaan lain yang bertugas khusus membuat selongsongan tersebut.
Informasi yang kami terima bahwa, secara rutin perusahaan selongsongan tersebut mengirimkan ke pabrik seminggu sekali namun schedulenya ngga bisa ditentukan “kata pekerja tersebut”. seperti layaknya seorang agen mata-mata, kegiatan pengintaian kita lakukan, sehari dua hari, tidak kunjung tiba namun pada hari yang kesekian ternyata keberuntungan pada pihak kita. setelah proses pengiriman dilakukan oleh pihak pembuat selongsong, kami berusaha mencegat-nya, namun kita gagal menemuinya, jadilah kegiatan menguntit dari belakang hingga kita kehilangan jejak hee……
namun, kegiatan tersebut tidaklah sia-sia, dengan berbekal posisi terakhir kita lihat kendaraan tersebut + tanya sana, tanya sini, mengerucutlah informasi pada daerah tertentu yang memang sangat terpencil, dan ngga akan mudah diketahui oleh banyak orang. singkat cerita perusahaan dapat ditemukan dan hargapun terjangkau. ukuran bisa dipesan cuma caping-nya saja yang menurut saya kurang SSIIIP. yaah namanya juga usaha rakyat, namun dengan usaha yang lumayan menantang hasilnya juga sepadan dengan upaya yang kita usahakan.
meski kini sudah tidak menggunakan selongsong dari shuttlecock lagi, usaha kami sudah berjalan dengan baik. jadi pesan saya untuk UKM Indonesia, jangan pernah menyerah berinovasi, bahkan saat ini pun saya sudah menemukan kemasan yang SIIIP yang akan kami launching awal tahun. dijamin siapapun yang melihat akan terhipnotis dan akan menjadikan kemasan produk terbaru kita sebagai kemasan produknya……
ingin tahu apakah itu……, tunggu tanggal mainnya

Sumber : www.kemasan.net

Rabu, 02 Agustus 2017

Jenis Plastik yang Sering Digunakan UKM

Jenis Plastik yang sering digunakan UMK (part 3) FINAL


Hampir-hampir ditiap-tiap rumah kita menyimpan plastik jenis PET atau PETE, mulai dari minuman ringan atau bekas minuman ringan yang kita pakai sebagai botol air mineral yang kita simpan di dalam lemari es, karena bentuknya yang ringkas, ringan dan enak dipandang.  begitu pula di dapur kita sebagai pengemas botol saos tomat atau saos lombok, bahkan di kamar mandi kitapun juga tak luput dari botol plastik ini.
Polyethylene Terephthalate (PETE atau PET), juga dikenal sebagai plastik #1, merupakan plastik yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Tidak mengherankan, ini merupakan plastik yang paling banyak didaur-ulang, terutama botol air kemasan yang mengerikan itu. PET lahir pada tahun 1973, dan pertama kali di daur-ulang tahun 1977 – Masih terngiang the Bee Gees bernyanyi, “More than plastic, More than plastic to me.” Tahun 2005, rata-rata rumah tangga di Amerika menggunakan lebih dari 20 kilo plastik jenis ini, ini memang terlalu banyak.
Bahan apa yang digunakan untuk membuatnya?
PET adalah singkatan dari polyethylene terephthalate – merupakan resin polyester yang tahan lama, kuat, ringan dan mudah dibentuk ketika panas. kepekatannya adalah sekitar 1,35 – 1,38 gram/cc, ini membuatnya kokoh, rumus molekulnya adalah (-CO-C6H5-CO-O-CH2-CH2-O-)n.
Digunakan untuk apa saja?
PET dapat ditemukan pada botol air, botol soda, botol jus, botol minyak goreng, tempat pindakas, kemasan makanan, botol dressing salad, dan bahkan cangkir gerai kopi kenamaan yang ada di mana-mana itu.
Dapatkah itu di daur-ulang setempat?
Di berbagai tempat, disediakan tempat-tempat untuk mendaur-ulang plastik jenis ini, bahkan mereka menjemputnya di tempat untuk kemudian setelah terkumpul mereka bawa ke tempat daur-ulang.
Apa pentingnya hal ini?
Kita tidak bisa mengurangi konsumsi kita secara berarti atau memakai ulang botol-botol bekas, upaya terakhir kita adalah dengan mendaur-ulangnya. Menyingkirkan benda-benda ini dari tanah merupakan jalan termudah mengurangi jejak karbon kita, karena ada begitu banyak botol yang dibuang ketempat sampah. Pada tahun 2006, Amerika mengkonsumsi lebih dari 60 milyar botol minuman PET tetapi hanya mendaur ulang 10 milyar saja. Konsumsi semakin meningkat, sedangkan tingkat pendaur-ulangan semakin menurun, kita tidak bisa berbuat lebih baik. Juga, PET dapat digunakan untuk membuat berbagai macam kemasan, termasuk produk baru berbahan PET, baik untuk produk makanan ataupun bukan seperti bahan kain, sepatu, koper, karpet, rak, panel pintu dan banyak lagi.
Disadur dari tulisan Chad Norman yang diposting  di  http://www.gogreencharleston.org/  18 September, 2007.
KEMASAN FLEKSIBEL (FLEXIBLE PACKAGING)
Kemasan yang terbuat dari bahan plastik lentur, bisa dipadukan dengan bahan lain seperti aluminium foil (ALU), metalizing, kertas, dan jenis plastik lain serta dapat dicetak dan direkatkan.
Kemasan ini berusaha menggabungkan beberapa material kemasan dengan tujuan untuk mendapatkan keunggulan dari tiap tiap jenis material kemasan, sehingga tercipta jenis kemasan yang sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap produk yang ingin dikemas
SIFAT KHAS KEMASAN FLEKSIBEL
Fleksibel, mampu mengikuti bentuk produk yang dikemas.
Dapat direkatkan (seal), mudah dibuka, higienis, mudah diketahui isinya, dan bisa dicetak penuh warna tanpa mempengaruhi atau merubah isi produk.
Mudah penyimpanannya, bisa dilipat, dan hemat tempat.
Unik.
Kemasan fleksibel termasuk jenis kemasan multi layer. Karena terdiri dari beberapa lapisan bahan kemasan yang memiliki fungsi melindungi terhadap kontaminasi cahaya secara langsung dan kontaminasi udara serta uap air yang dapat merubah rasa dan daya tahan produk. Lapisan lain berfungsi media yang dapat dicetak.
Berikut contoh penggunaan spec pada kemasan fleksibel packaging :
http://kemasan.net/j2/images/spec-FP.png" width="895" height="560" border="0">
MATERIAL KEMASAN FLEKSIBEL, terbagi menjadi 4 yang di sesuaikan dengan fungsinya,


1. Material untuk printing / main substrate
2. Material untuk barrier
3. Material untuk heat seal
4. Material untuk melekatkan material – material di atas termasuk adhesive
http://kemasan.net/j2/images/material01.png" width="920" height="670" border="0">
Spesifikasi Kemasan Flexible ditentukan oleh :
1.  Jenis Isi
2.  Mesin Pengisi
3.  Berat Isi
4.  “Shelf Life” (masa sampai kadaluwarsa)
5.  Harga Jual
6.  Peredaran, Distribusi, dan Cara Penjualan
7.  Keinginan Khusus seperti, mudah disobek, bisa ditutup kembali, bisa berdiri, dll.
 http://kemasan.net/j2/images/material02.png" width="897" height="521" border="0">
kurang lebih itu sedikit ulasan mengenai flexible packaging
Terima kasih juga kepada MAS DANI, yang sedikit banyak berbagi mengenai Ilmu-nya sehingga bisa kita SHARING ke UKM di Indonesia.  semoga yang sedikit ini dari kami dapat memberi warna kemasan di Negeri Tercinta ini

sumber :www.kemasan.net

Selasa, 01 Agustus 2017

Alufoil


ALUFOIL

 


2
Akhir – akhir ini, kemasan fleksibel yang terbuat dari plastik almunium foil kian digemari UKM Indonesia. hal ini desebabkan karena kemasan alufoil ini memiliki kesan yang unik, mewah dan higienis. sehingga semangat untuk mengganti kemasan yang terbuat dari plastik PE maupun PP menjadi kemasan yang berbahan alufoil kian hari kian meningkat. Ditunjang lagi dengan banyaknya pelaku-pelaku usaha yang menjual kemasan alufoil ini secara eceran. Padahal jika kita memesan ke pabrik umumnya dikenakan minimal order, yang nilai nominalnya puluhan hingga ratusan juta rupiah. Banyak penjual foil yang ada di sekitar kita, namun hanya segelintir pengusaha yang memiliki sertifikat analisis alufoil (COA).
Mengapa COA ini penting, sebab dengan adanya COA kita akan mengetahui komponen-komponen dari material bahan yang kita pesan di pabrik, selain itu jika kita punya COA, COA itu sendiri membuktikan bahwa kita memang pesan secara khusus di pabrik.
                                                         
Jadi jika ada pelaku usaha yang menjual kemasan alufoil, namun tidak mempunyai COA, maka ada baiknya berhati-hati, sebab bisa jadi material kemasan tersebut tidak sesuai peruntukannya. jadi ada baiknya jika kita membeli kemasan alufoil, produsen bisa menunjukkan COA dari material foilnya.
Kembali ke topik utama, kapan siih kita seharusnya memakai kemasan alufoil..
Sebelum saya jelaskan kapan kita seharusnya memakai kemasan aluminium foil, ada baiknya kami sampaikan kelebihan-kelebihan menggunakan kemasan yang berbahan dasar alufoil. Pertama, Alumunium foil memiliki sifat tidak berbau, sehingga aluminium foil aman untuk segala bentuk makanan dan minumnan, tanpa takut kemasan mempengaruhi aroma dari produk yang dikemasannya.
Kedua, Aluminium foil memiliki sifat tidak ada rasa, sehingga kemasan dengan bahan aluminium foil sangat aman dan nyaman karena tidak akan mempengaruhi produk baik dari aroma maupun rasa.
Ketiga, tidak berbahaya dan hygienis, hal ini membuat kemasan berbahan aluminium foil kian digemari karena sifatnya yang tidak berbahaya dan hygienis.
Keempat, tidak mudah membuat pertumbuhan bakteri dan jamur. Hal ini disebabkan sifat dari aluminium foil itu sendiri yang terdiri dari logam, sehingga menjadikan kemasan kedap bau, kedap udara dan kedap cahaya, sehingga dengan sifat-sifatnya membuat pertumbuhan bakteri dan jamur menjadi terhambat dan pada akhirnya menjadikan kemasan berbahan alufoil tersebut bisa memperpanjang usia dari produk yang dikemas
   
Dengan kebaikan-kebaikan dari sifat aluminium foil tersebut, maka produk-produk yang memiliki sifat higroskopis yang tinggi, sangat memerlukan kemasan alufoil tersebut diatas.
Pertanyaan selanjutnya adalah higroskopis itu mahluk apa siih pak hee…….
Higroskopi adalah kemampuan suatu zat untuk menyerap molekul air dari lingkungannya baik melalui absorbsi (proses penyerapan) atau adsorpsi (proses fisik atau kimia dimana senyawa berakumulasi di permukaan(interface). Suatu zat disebut higroskopis jika zat itu mempunyai kemampuan menyerap molekul air yang baik.
Eheem…. sedikit memakai bahasa langitan supaya kita tambah pinter hee… Kita kembali lagi down to earth …..
Jadi produk – produk seperti keripik buah, keripik sayur sayuran, abon daging, atau produk produk yang mudah mlempem hukumnya wajib memakai alufoil, jika menginginkan produknya bisa renyah tahan lama. Begitu pula halnya dengan susu bubuk yang mudah menggumpal dan mengeras.
Jika begitu, apakah produk-produk lainnya tidak memerlukan kemasan aluminium foil, jawabnya… tergantung dari selera dan kebutuhan UKM Indonesia, yang jelas jika dikemasan dengan kemasan alufoil, umumnya produk menjadi tahan lebih lama (produk kering) baik mengenai aroma, rasa maupun kerenyahannya.
Karena harganya yang cukup mahal, maka aplikasi dari Alumunium Foil sekarang ini banyak disaingi oleh metalized aluminium film. Coating yang sangat tipis dari aluminium, yang dilaksanakan di ruang vacuum, hasilnya adalah suatu produk yang ekonomis dan kadang-kadang fungsinya dapat menyaingi Alumunium Foil, dalam aplikasi kemas fleksibel dan memiliki proteksi yang cukup baik terhadap cahaya, moisture dan oksigen.
Apakah metalize itu dan bagaimana sifat-sifatnya berikut kelebihan-kelebihannya akan kami bahas pada segmen yang lain.
Semoga sharing yang sedikit ini bisa membawa manfaat dan baroqah untuk UKM Indonesia semua
Salam Kemasan
Kemasan …. hip-hip…. horee…. :))
AA Packaging House
Kemasan UKM Cerdas

Sumber : www.kemasan.net

The Power of colour (part 2/7)

The Power of colour (part 2/7)


                                                                          Description: oren 


      Setelah sedikit mengulas warna merah si pemberani, tercepat, cinta, dll, warna yang kita ulas kali ini masih saudaranya merah, yaitu warna ORANGE atau Oranye. Warna oranye masih diasosiasikan sama dengan merah yang menggambarkan kehangatan matahari, energi, suka cita, antusiasme, petualangan, ceria dan kepuasan.
      Warna oranye dapat mengkomunikasikan merek yang kuat dan energik dalam satu kategori dan mengkomunikasikan rasa segar, pedas atau rasa buah-buahan seperti jeruk, mangga, dll
      Dalam perawatan tubuh, oranye berkaitan dengan produk perawatan kulit dan pelindung matahari (sun block).
pada kemasan Arm & Hammer baking soda warna oranye mengesankan merek yang kuat dan handal
Description: https://i2.wp.com/www.meijer.com/assets/product_images/styles/xlarge/1001029_033200011101_A_400.jpg?resize=400%2C400
Sementara pada kemasan ditergen Tide menarik perhatian dan mengexpresikan efektifitas produk
Description: https://i1.wp.com/2.bp.blogspot.com/-yLpGe2V3Y6g/TYjX6ldFeTI/AAAAAAAABBQ/R5Q2hiLsZP0/s1600/tide-detergent1.jpg?resize=488%2C360
Sumber : www.kemasan.net

1.        

The Power of colour

                                                                            kuning
Setelah berkutat dengan warna oranye, yang fruity jeruk, mangga dll, kali ini kita mencoba warna yang ngga jauh beda dengan warna oranye, kali ini kita mencoba mengangkat warna kuning sebagai pokok bahasan.
Kuning, sepertihalnya merah dan oranye masih melambangkan hangatnya mentari pagi, disamping melambangkan kehidupan, idealisme, energi dan sportif. Warnas kuning adalah warna yang positif dan digunakan untuk melambangkan harapan, namun juga bisa melambangkan bahaya atau kegagalan.
Warna kuning adalah warna spektrum yang paling menstimulasi mata, meskipun demikan jika digunakan dalam batas yang wajar (moderat), warna kuning menjadi warna yang paling menarik perhatian. Dalam kategori produk makanan, warna kuning kerapkali dipakai sebagai alat yang mengkomunikasikan rasa jeruk atau mertega, sinar mentari pagi, kesehatan dan kesan langsung dari peternakan
Dalam produk peralatan rumah tangga, warna kuning mengkomunikasikan keefektifan dan kehati-hatian. Dalam beberapa budaya, warna kuning memiliki konotasi yang negatif yang melambangkan sikap pengecut dan penipu.


Sumber : www.kemasan.net

Pengaruh Kemasan terhadap keputusan pembelian

Pengaruh Kemasan terhadap keputusan pembelian       Sudah lama ngga nulis dengan serius, sekali kali boleh dong coba-coba membuat ...